24 September, 2016

Bukan, Bukan Itu

satu semester setelah cerita tentang diragukan dosen perihal Tugas Akhir, aku belum cerita lagi gimana kelanjutan Tugas Akhirku bahkan sampai sekarang saat aku udah kerja. ya, teman-teman, aku sudah lulus, sudah wisuda (dan berjuang untuk cumlaude), dan sudah bekerja. tenang, I'm still working on that story. Just a little bit more. aku ingin cerita tentang kelulusan itu menjadi sebuah cerita yang menyenangkan, mengharukan, dan menjijikan sekaligus. so, yeah...

jadi sekarang ini aku ingin cerita dulu tentang sesuatu yang sama pentingnya sama perihal kelulusan kuliah; kerja.

sebenernya tempat kerjaku sekarang ini ternyata ngga menggunakan skill yang udah aku asah selama kuliah. maksudnya, skill yang bener-bener aku paham dan aku suka mengerjakannya. semua pekerjaanku di kantor ini lebih berat ke arah DKV daripada Fashion. yes, I got paid for that. tapi apa esensi dari semuanya kalau setiap aku ngerjain sesuatu dengan hati yang gusar? bari kukulutus.

setelah observasi selama dua bulan lebih kerja ini, aku merasa aku ngga akan bisa memakai skill yang aku bener-bener bisa, dan ditawari waktu interview pertama kali. dan aku juga ngga bisa menambah kualitas skillku karna ya skillku ngga pernah bener-bener dipakai. ya kan?

23 April, 2016

Natto. Not today, not tomorrow, not forever

beberapa hari yang lalu mampir ke swalayan yang jual makanan import gitu. terus liat di freezer ada Natto. Natto itu makanan tradisional Jepang yang terbuat dari kacang kedelai yang difermentasikan. biasanya orang Jepang makan Natto untuk sarapan pake soy sauce sama mustard untuk jadi lauknya nasi dan dikasih topping irisan daun bawang.


16 April, 2016

Tugas (segera ber-) Akhir

I am now starting to use this blog like the first time I'm using it. which is for the sake of curhat
karena sempat beberapa saat aku ngepost hal-hal hanya untuk narik traffic reader bukan untuk nulis. dan kadang isinya 'ngga berisi' dan 'naon sih Riz?!'. ya semacam gitu lah.

jadi sekarang...
aku mau cerita tentang hal yang masih berhubungan sama dua post sebelum ini. (a post that I wrote last year. ugh. lila pisan aku ga ngepost. bae lah)
so related to that post, sekarang si aku teh lagi menjalani masa dimana akan tiba saatnya aku update foto keluarga dengan toga; Te-A woy, TA. Tugas Akhir.


ya, dan dalam 3 minggu lebih dikit akan ada Sidang Kelayakan dimana ini adalah sidang ke-3 sebelum Sidang Akhir. seperti namanya; Kelayakan, sidang ini yang nentuin aku layak atau engga untuk lanjut ke SA yang jarak sidangnya cuma 2 minggu aja dari SK. btw di kampusku istilah sidang-sidang sebelum SA itu Preview. jadi ada Preview 1, Preview 2, Preview 3, dan Sidang Akhir.
yak, 4 kali sidang sodara-sodara sekalian!

- terus, di Preview 3 ngapain Riz?

di Preview 3, total produk harus udah selesai sebanyak 80%. yang sebenernya mah harus udah kelar semua sih. nah di P3 ini aku ngga usah presentasi jelasin konsep besar TA aku ke penguji. cukup display karya aja. but, what if they don't understand the whole thing?!

- kalau ngga layak, gimana?

14 December, 2015

Gapapa

Gapapa

selalu bilang itu. meski udah banyak minta. meski udah ngeyel. meski udah ngerengek minta sesuatu. meski udah jatuhin kamera dan hampir rusak. meski udah ngelakuin hal macem-macem yang bikin kesel.

Gapapa

selalu bilang gitu.

01 December, 2015

Diragukan Dosen-Dosen

kenapa dosen-dosen?
ya karna yang meragukan aku ini ada dua dosen. meragukan perihal Tugas Akhir. yes baby, yes I'm in the middle of last year collegeeeeeee. fuah.

jadi ya teman-temanku sekalian, tugas akhirnya mahasiswa Kriya Tekstil dan Mode itu ndak bisa skripsi. harus karya. ya lagian 3 tahun kuliah ngotak-ngatik kain ujung-ujungnya skripsi? ngapain, mbak?!

nah, aku (rencananya) mau bikin batik. dengan penggayaan kontemporer (sok sok jadi seniman post-modern) tapi setelah UTS kemarin dosen Studio (praTA) dan dosen Seminar bertanya:
"Riz, kamu kenapa ngga ngambil tapestry, sih? saya liat tapestry kamu bagus dibanding temen-temen kamu"

26 October, 2015

Love is Not What You Speak

let's talk about love, everyone!
Looove
(source: click here)


have you ever asking to your Mom, Dad, or your siblings about how much they love you??
for me, asking that kind stuff is pointless. I mean... why on earth they didn't love me after I know what they gave me? Mom is giving me birth. Dad is giving me cloths, my Sis giving me shoes and other stuffs, my Bro dropping or picking me up me somewhere with his bike (even he has to be force first)

but hey, they still doing it even it hurts them, tired them, pissed them, and annoy them. doesn't it means that they loves me? well, yes of course. do I love them back? yes, of course. but do I say that "I love you" to them directly? No. why should I? because the only need is show them what you feel. not only tell them that you love them. like what? study well, eat well, and ask them how are they, and other kind stuff.

now let's move on to next subject (subject?!)
yes, the main topic of this post!

03 October, 2015

003

kamu, adalah makhluk paling visual yang pernah aku tahu. haha maksudnya apa sih ini. bukan berarti kamu adalah makhluk tidak nyata dan hanya berbentuk visual. tapi maksudnya kamu adalah makhluk yang lebih banyak 'bicara' lewat visual. ya emang sih kalau lagi ketemu kamu juga banyak bicara tapi kalau ada sesuatu yang penting kamu lebih sering menyampaikannya secara visual. entah itu lewat tulisan, gambar atau video.

aku selalu takut ketika kamu mengirimiku pesan dengan bahasa inggris. apalagi kalau sebelumnya aku melakukan kesalahan. kamu marah. sangat marah. dan aku kalangkabut dibuatmu. semacam trauma? emm.. sepertinya iya.

hampir 5 bulan (atau mungkin lebih) aku diabaikan kamu. karena satu kesalahan yang aku anggap kecil. yang aku anggap sepele. tapi dari kejadian ini aku jadi orang yang berhati-hati dan sangat hati-hati takut akan terjadi lagi. dan aku enggan akan hal itu.

selain kamu adalah makhluk visual, kamu juga makhluk menyebalkan. menjawab pertanyaan semaumu, sesukamu, dan separuh.

"kamu nyebelin.... everytime"
"but you like it, don't you?"
"nice question there"

24 September, 2015

Wanita dan Gadget



menurut perhitungan dan perkiraanku, 85% dari wanita adalah tipe "tahu pakai" terhadap semua gadget yang mereka punya. salah satunya aku. entah itu handphone, laptop, PC, atau yang lainnya.

15% lainnya? mereka adalah wanita mandiri yang mudah belajar, senang hal sulit, atau emang ngga ada kerjaan sampe semua gadgetnya dioprek.

nah jadi, beberapa minggu yang lalu hardisk laptopku sudah diambang kepenuhan. udah merah. isinya tiada lain foto, tontonan, file tugas dari semester 1 sampe sekarang, dan file kerjaan.

kebanyakan dari file foto, berasal dari DSLR yang ukurannya rada lumayan. sementara tontonan kebanyakan adalah film series ber-season yang aku ikuti setiap seasonnya (The Walking Dead doang sih yang lengkap). lalu file tugas adalah slide materi dari dosen dan foto-foto photoshoot produk yang juga berasal dari kamera DSLR. hmm.

ngeluh lah si aku ini ke temen kalo hardisk penuh. responnya cuma satu: "sini aku periksa" yang menandakan bahwa ada kemungkinan sebenernya hardisk aku itu ngga penuh. tapi yang bikin penuhnya itu sampah.